Rabu, 04 April 2012

CONTOH : PROPOSAL PENELITIAN


PROPOSAL PENELITIAN
JUDUL PENELITIAN  :
Pelaksanaan Manajemen dalam Pelayanan Ketatausahaan pada Sekolah Madrasah Aliyah Pompanua Kabupaten Bone.

NAMA MAHASISWA    :  
N I M                                :  
A     LATAR BELAKANG MASALAH.
Peningkatan kualitas dan sistematika pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian dari paradigma pembangunan dan konsekuensi pelaksanaan otonomi daerah. Dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks memerlukan pelayanan yang cepat, tepat, dan murah. Pelayanan prima yang diberikan oleh aparat hanya dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas, komitmen dan keberpihakan sebagai pelayanan masyarakat, bukan lagi aparat yang ingin dilayani seperti yang terlihat selama ini. Dengan demikian, peran dominasi pemerintah dalam berbagai kegiatan pembangunan secara bertahap diarahkan sebagagi fasilitator.
Demikian pula halnya dengan kegiatan dan aktifitas yang berlangsung di setiap kantor dan unit kerja, senantiasa mengalami perkembangan jumlah dan volume pekerjaan, baik disebabkan karena jumlah kegiatan yang dikelolanya bertambah, maupun jenis dan ragam kegiatan yang terjadi di dalam kantor dan unit kerja tersebut selalu bertambah, dan pada suatu saat akan mencapai tingkat kompleksitas yang semakin tinggi. Hal ini tentunya memerlukan pengelolaan dan penataan kegiatan yang lebih efektif dan efisien agar kegiatan yang dikelolanya dapat diantisipasi. Karena tampa pengelolaan dan penataan yang baik dan tepat, tidak tertutup kemungkinan pekerjaan akan menumpuk dari waktu ke waktu tampa dapat terselesaikan.
Melihat perkembangan dan kemajuan kegiatan ditambah corak, jenis dan ragam kegiatan yang harus diselesaikan oleh setiap kantor terasa dibutuhkan suatu penataan ruang dan peralatan dengan sebaik mungkin agar dapat berfungsi secara berdaya guna dan berhasil guna seoptimal mungkin.
Untuk itu pegawai pada lingkup Sekolah Madrasah Aliyah Pompanua Kabupaten Bone dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam melaksanakan pekerjaan dan senantiasa lebih profesional dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, merupakan realitas rendahnya kepekaan dan keterampilan dari aparat atau pembina di tingkat Sekolah Madrasah Aliyah.
Sebagai jalan terbaik yang dapat ditempuh adalah dengan mengusahakan agar segenap aktifitas akan berjalan baik tepat. Hal inilah yang membutuhkan pengaturan dan penataan ruang dan peralatan agar setiap kegiatan dapat saling menunjang terhadap kegiatan yang lain. Artinya bagaimana agar setiap aktifitas dapat berhasil guna pada kegiatan berikutnya. Disamping memberikan kenyamanan, keamanan dan nilai ketenagaan kepada para pegawai dan peerjaan tersebut.
Dalam kaitan inilah sehingga penulis melakukan suatu penelitian dengan judul PELAKSANAAN MANAJEMEN DALAM PELAYANAN KETATAUSAHAAN PADA SEKOLAH MADRASAH ALIYAH POMPANUA KABUPATEN BONE”.
B    RUMUSAN MASALAH.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka masalah pokok penelitian ini yang akan direncanakan adalah :
a     Apakah faktor kemampuan pegawai, proses kerja, sarana dan prasarana serta waktu berpengaruh terhadap fungsi pelaksanaan Manajemen dalam Pelayanan Ketatausahaan pada Sekolah Madrasah Aliyah Pompanua Kabupaten Bone ?
b     Kendala-kendala apa yang dijumpai dan pemecahannya ?
C    TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN.
1     Tujuan Penelitian.
Adapun tujuan penelitian ini pada dasarnya diajukan untuk mencapai tujuan sebagai berikut :
a)    Untuk mengungkapkan deskripsi pengaruh kemampuan pegawai, proses kerja, sarana dan prasarana serta waktu berpengaruh terhadap efektifitas pelaksanaan Manajemen dalam Pelayanan Ketatausahaan pada Sekolah Madrasah Aliyah Pompanua Kabupaten Bone.
b)    Untuk mengetahui kendala-kendala apa yang dijumpai dan bagaimana pemecahannya dalam pelaksanaan Manajemen dalam Pelayanan Ketatausahaan pada Sekolah Madrasah Aliyah Pompanua Kabupaten Bone.
2     Kegunaan Penelitian.
a)    Dengan penulisan proposal ini, dapat memberikan dampak positif bagi segenap penyelenggara yang terkait dalam pelaksanaan Manajemen dalam Pelayanan Ketatausahaan pada Sekolah Madrasah Aliyah Pompanua Kabupaten Bone.
b)    Dengan pengkajian yang sistimatis, dapat menjadi masukan bagi pihak-pihak tertentu untuk lebih giat dan aktif dalam meramu dan mengimformasikan data yang berkaitan pada pelaksanaan Manajemen dalam Pelayanan Ketatausahaan pada Sekolah Madrasah Aliyah Pompanua Kabupaten Bone.
D    TINJAUAN PUSTAKA.
1.    Manajemen.
Dijelaskan bahwa kebenaran prinsip efisiensi (ciri manajemen ilmiah) bahwa efisiensi tetap diusahakan, sepanjang tidak mengorbankan segi manusianya, oleh karena itu muncul istilah praktek teknologi tepat guna.
Dengan tetap berpedoman kepada fase perkembangan manajemen tersebut, maka dapat diasumsikan bahwa dalam memberikan defenisi atau batasan tentang manajemen cenderung memiliki perbedaan-perbedaan, namun hakekatnya tetap memiliki tujuan yang sama.
Kenyataan demikian dapat diketengahkan beberapa pengertian manajemen antara lain : The Liang Gie yang dikutip Ibnu Hasyim menegaskan bahwa :
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkordinasian dan pengontrolan human dan natural resources untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan lebih dulu.” (1983:43.)

Pendapat lain (Staf Dosen BPA UGM) yang dikutip Ibnu Hasyim mengatakan :
Manajemen adalah segenap rangkaian memimpin penataan terhadap pekerjaan-pekerjaan induk dan sumber-sumber kegiatan lainnya dalam suatu usaha bersama agar tujuan benar-benar dapat tercapai.” (1983:43)

Dilain pihak Lawrence A. Appley, yang dikutip Ibnu Hasyim dalam bukunya bahwa :
Manajemen merupakan keahlian untuk menggerakkan orang untuk melakukan pekerjaan dalam rangka tercapainya tujuan”(1983:43)

Dari ketiga macam defenisi yang telah dikemukakan, terlihat perbedaan dari segi peninjauannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen mungkin saja merupakan suatu kegiatan, mungkin suatu keahlian, seni yang membutuhkan skill untuk penerapannya, dan mungkin juga sebagai ilmu yang sifatnya teoritis  dan dapat dipejari oleh setiap orang. Tetapi juga dapat ditafsirkan meliputi semua yang telah disebutkan, artinya suatu kegiatan yang membutuhkan suatu keterampilan, bakat dan pengetahuan teoritis yang mungkin juga dipelajari oleh setiap orang asal mau menekuninya.
Meskipun peninjauan dari sudut berbeda, namun perlu diusahakan adanya menyangkut pembagian kerja, dengan maksud tidak ada pekerjaan yanng dilakukan secara tumpang tindih atau terjadi kesenangan.
Urain tentang perkembangan manajemen maupun mengenai pengertian manajemen itu sendiri konsekuensinya menuju usaha pengembangan cipta/akal pikiran seni/rasa dan karsa/kehendak serta adanya kerjasama antara dua orang atau lebih merupakan unsur-unsur manajemen dalam kehidupan bersama/bermasyarakat. Oleh karena itu manajemen sebagai suatu seni sesungguhnya bukan  merupakan hal yang baru, karena dengan adanya dua manusia atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu, disana sudah terdapat manajemen.
Dalam hubungan ini perlu diperhatikan bahwa manajemen tidak melakukan sendiri kegiatan-kegiatan yang bersifat operasional, melainkan mengatur tindakan-tindakan pelaksanaan oleh sekelompok orang yang disebut bawahan. Dengan perkataan lain jika dilihat dari segi fungsional manajemen mempunyai dua tugas utama, yakni menentukan tujuan menyeluruh yang hendak dicapai dan menentukan kebijaksanaan umum yang mengikat seluruh organisasi.
Sebaliknya manajemen pada hakekatnya berfungsi untuk melakukan semua kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan di dalam batas-batas kebijaksanaan umum yang telah ditentukan pada tingkat administrasi. Jelaslah hal ini tidak berarti bahwa manajemen tidak boleh menentukan tujuan akan tetapi tujuan yanng ditentukan pada tingkat manajemen hanya bersifat departemental atau sektoral. Sekaligus hal ini di bidang penentuan kebijaksanaan tidak pula berarti bahwa pada tingkat manajemen tidak ada proses penentuan kebijaksanaan umum, hanya saja kebiksanaan yang di tentukan pada tingkat manajemen hanya boleh bersifat khusus dan pelaksanaannya.
2.    Pelayanan.
Secara etimologi “pelayanan” berasal dari kata dasar “pelayan”, yang berarti orang yang melayani , atau orang yang memberikan pelayanan kepada orang lain yang membutuhkan sesuatu atau membutuhkan bantuan.
Karena kata dasar “pelayan” mendapat imbuhan akhiran “an”, sehingga membentuk kata “pelayanan”, yang berarti aktifitas yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan peladenan kepada orang lain atau kelompok orang lain tentang apa yang dibutuhkan atau apa yang diperlukan.

3.    Ketatausahaan atau Perkantoran.
Prospek penelaan tentang ketatausahaan/perkantoran oleh Mahiew, yang dikutip The Liang Gie dalam bukunya Administrasi perkantoran Modern, memberikan penegasan bahwa :
Kantor adalah tempat dalam suatu badan usaha dimana dilaksanakan pekerjaan administratif yang dapat dilakukan dengan tangan atau mesin.pekerjaan administratif senantiasa terdiri dari pencatatan berbagai keterangan yang penting bagi badan usaha yang bersanngkutan.”(1978:17)

Jadi dengan demikian, baik pengertian efisien work maupun administratif work cukuplah dinyatakan dengan istilah “tatausaha” yang perumusannya menurut The Liang Gie adalah :

... sebagai segenap rangkaian aktivitas menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam setiap usaha kerjasama...”(1978:17)

Perumusan tata usaha seperti yang tersebut di atas, maka menurut intinya adalah proses penyelenggaraan di sekitar keterangan-keterangan yang berwujud 6 (enam) pola perbuatan :
                          1.  Menghimpun; yaitu kegiatan-kegiatan mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada, berserakan dimana-mana sehingga siap untuk dipergunakan bilamana diperlukan.
                          2.  Mencatat; yaitu kegiatan menumbuhkan dengan berbagai peralatan tulis keterangan-keterangan yang diperlukan, sehingga terwujud tulisan yang dapat dibaca, dikirim, dan disimpan. Dalam perkembangan teknologi modern sekarang ini termasuk pula materi keterangan-keterangan itu dengan alat-alat perekam suara agar dapat didengar.
                          3.  Mengolah; yaitu bermacam-macam kegiatan mengerjakan keterangan-keterangan dengan maksud menyajikannya dalam bentuk yang lebih berguna.
                          4.  Mengadakan; yaitu kegiatan memperbanyak dengan berbagai cara dan alat  sebanyak  jumlah  yang  diperlukan.
                          5.  Mengirim; yaitu kegiatan menyampaikan dengan berbagai cara dan alat dari satu pihak kepihak lain.
                          6.  Menyimpan; yaitu kegiatan menaruh dengan berbagai cara dan alat di tempat tertentu yang aman.
E     KERANGKA KONSEPTUAL.
Dalam Kerangka Konseptual ini, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :
             1.        Pelaksanaan manajemen melaui fungsi-fungsinya antara lain :
a     Perencanaan.
b     Pengorganisasian.
c      Penggerakan.
d     Pengawasan.
Dari fungsi-fungsi tersebut akan diukur tingkat penerapannya dalam mengupayakan tercapainya tujuan yang diinginkan oleh masyarakat.
             2.        Untuk pencapaian tujuan dalam pengningkatan efektifitas pelayanan pegawai merupakan faktor utama, namun harus diakui bahwa adanya beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektifitas pelayanan dalam melaksanakan kegiatannya dan dapat dikaji secara mendalam.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini dikemukakan bagan kerangka konseptual :
 






Gambar Kerangka Konseptual



F     METODE PENELITIAN.
1.    Populasi dan Sampel.
                    a.        Populasi.
Populasi adalah semua pegawai dan guru pada Madrasah Aliyah Pompanua Kabupaten Bone yang berjumlah 18 orang yang terdiri dari :
·         Guru                                                      14 orang
·         Pegawai                                                 4 orang
Jumlah                                                 18 orang
                    b.        Sampel.
Untuk memperoleh data yang akurat, ditetapkan seluruh populasi sebagai sampel. Jadi, jumlah sampel adalah 18 orang dengan perincian sebagaimana terperinci pada populasi diatas.
2.         Tipe Penelitian.
Penelitian ini bersifat deskriptif, kualiatif, induktif yang artinya suatu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum atau deskripsi tentang apa yang diteliti. Dan untuk memberikan deskripsi atau gambaran umum tersebut, peneliti mendasarkan asumsi pada kualitas data. Sedang penelitian yang keadaannya berskala kecil akan digeneralisasikan kepada keadaan yang lebih besar.



3.    Tempat Penelitian.
                    a.        Library Research. (Penelitian Kepustakaan)
Penelitian kepustakaan atau yang sering disebut Library Research, yakni penelitian yang dilakukan di Perputakaan, dengan tujuan mendapatkan pendapat, gagasan, dalil-dalil, aksioma, ketentuan ataupun teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli.
                    b.        Field Research. (Penelitian Lapangan)
Penelitian lapangan yang sering disebut sebagai Field Research dimaksudkan sebagai penelitian yang dilakukakn di lapangan yakni dengan melakukan penelitian secara langsung pada obyek dengan maksud agar diperoleh data lapangan yang dijamin kebenarannya.
4.    Penentuan Variabel.
a  Variabel bebas dalam hal ini adalah “pelayanan”. Karena  pelayanan yang diberikan oleh pegawai Sekolah Madrasah Aliyah Pompanua Kabupaten Bone dalam pelaksanaan tugas pemerintahan tidak terikat atau tidak dipengaruhi oleh variabel lain, artinya bebas, sehingga perlakuan ini adalah variabel independen.
b  Variabel terikat dalam hal ini adalah pelaksanaan manajemen, karena pelaksanaan manajemen dalam hal ini dipengaruhi atau tergantung atau terikat pada pelayanan yang diterima oleh Sekolah Madrasah Aliyah Pompanua Kabupaten Bone. Variabel ini sering disebut sebagai dependen variabel.
5.    Defenisi Operasional.
a     Manajemen adalah ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkordinasian dan pengontrolan human dan natural resources untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan lebih dulu.
b     Pelayanan adalah aktifitas yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan peladenan kepada orang lain atau kelompok orang lain tentang apa yang dibutuhkan atau apa yang diperlukan.
c      Ketatausahaan atau perkantoran adalah tempat dalam suatu badan usaha dimana dilaksanakan pekerjaan administratif yang dapat dilakukan dengan tangan atau mesin.pekerjaan administratif senantiasa terdiri dari pencatatan berbagai keterangan yang penting bagi badan usaha yang bersangkutan.
6.    Teknik Pengumpulan Data.
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :
a     Teknik Angket. (kuisioner)
Yaitu teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian daftar pertanyaan kepada responden dan pertanyaan tersebut dijawab atau diisi sendiri oleh responden yang telah dijadikan sampel.
Teknik angket adalah suatu daftar nilai pertanyaan-pertanyaan untuk memperoleh data berupa jawaban-jawaban dari responden. Bentuk angket yang digunakan pada penelitian ini adalah bentuk angket yang bersifat tertutup dengan jumlah item untuk variabel pengawasan efektif sebanyak 5 buah dan variabel kinerja sebanyak 5 buah dengan masing-masing item terdiri dari 5 pilihan dengan rentang nilai skor adalah dari 5 sampai 1 dengan uraian sebagai berikut :
1)    Alternatif jawaban (a), bobot nilainya 5 (lima).
2)    Alternatif jawaban (b), bobot nilainya 4 (empat).
3)    Alternatif jawaban (c), bobot nilainya 3 (tiga).
4)    Alternatif jawaban (d), bobot nilainya 2 (dua).
5)    Alternatif jawaban (e), bobot nilainya1 (satu).

Penggunaan angket ini dimaksudkan untuk memperoleh data dan informasi tentang tingkat pelaksanaan pengawasan dan data tentang kinerja pegawai.
b     Teknik Wawancara.
Yaitu pengumpulan data dilakukan secara lisan dan tatap muka antara pewawancara dengan responden. Wawancara yang digunakan disini adalah wawancara berstruktur dengan cara memberikan pertanyaan yang telah disusun sebelumnya.

c      Teknik Observasi. (pengamatan)
Teknik pengamatan yang digunakan adalah pengamatan terlibat, dimana pengamat berperan sebagai bagian dari populasi yang ada di kantor tersebut. Dalam pengamatan terlibat, pengamat berinteraksi langsung dengan populasi.
d     Teknik Dokumentasi.
Yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengkaji berbagai dokumen resmi yang ada di kantor tersebut.
7.    Teknik Analisa Data.
Teknik analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini bersifat gambaran Deskriptif, Kuantitatif yaitu memberikan gambaran umum mengenai kondisi responden penelitian. Analisis ini disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan presentasenya.
Pengolahan secara persentase dilakukan dengan menggunakan rumus berikut.
¦/n x 100%

Keterangan :
                    ¦  :  frekuensi jawaban.
                    n  :  jumlah sampel.
Hasil pengolahan persentase selanjutnya akan pengkategorian dengan menngacu pada pendapat yang dikemukakan oleh Sugiyono, 1991, dimana dinyatakan bahwa :
1)    Jika nilai persentase berkisar antara 85 s/d 100 adalah “sangat baik”.
2)    Jika nilai persentase berkisar antara 70 s/d 84 adalah “baik”.
3)    Jika nilai persentase berkisar antara 55 s/d 69 adalah “sedang”.
4)    Jika nilai persentase berkisar antatra 40 s/d 54 adalah “kuang”.
5)    Jika nilai persentase berkisar antara 25 s/d 39 adalah “buruk”.
(Sugiyono, 1991:43)
Dengan demikian data yang diperoleh itu dapatlah diketahui ada atau tidaknya hubungan yang positif antara tingkat pengawasan dengan  kinerja pegawai pada Sekolah Madrasah Aliyah Pompanua Kabupaten Bone. Setelah data terkumpul, diolah dengan teknik analisis.


G    RENCANA ISI.
BAB I. PENDAHULUAN
A     Latar Belakang Masalah.
B     Rumusan Masalah.
C    Tujuan dan Kegunaan Penelitian.
D    Metode Penelitian.
E     Sistematika Pembahasan.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A     Pengertian Manajemen.
B     Pengertian Pelayanan.
C    Pengertian Ketatausahaan atau Perkantoran.
D    Kerangka Konseptual.
BAB III. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A     Struktur Organisasi.
B     Uraian Tugas.
C    Keadaan Pegawai dan Sarana.
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A     Implementasi pelayanan Ketatausahaan.
B     Kendala dan Pemecahannya.
BAB V. PENUTUP
A     Kesimpulan.
B    

DAFTAR PUSTAKA

 
Saran.
DAFTAR PUSTAKA
Atmosoedirdjo Prajudi, 1975, Dasar-dasar Manajemen dan Office ManagementI, Jakarta.

Kadarman, A.M, SJ dan Jusuf Udaya, 1997. Pengantar Ilmu Manajemen, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Hasibuan Melayu SP, 1984, Management, Dasar Masalah, dan Pengertian, Gunung Agung, Jakarta.

Koentjaraningrat, 1977, Metode-metode Penellitian Masyarakat, PT. Gramedia, Jakarta.

Suryabrata Sumadi, 1987, Metode Penelitian, CV. Rajawali, Jakarta.

Syansi Ibnu, 1983, Pokok-pokok Organisasi dan Manajemen, Bina Aksara, Jakarta.

Soegiyono, DR, 1994. Statistik untuk Pengawasan. CV. ALFABETA, Bandung.

Moekijat, 1982, Tata Laksana Kantor, Alumni, Bandung.

Terry, G.R, & Rue, L.W. 2003. Dasar-dasar manajemen. Terjemahan oleh ticoalu, GA. Jakarta, Bumi Aksara.

Terry, G.R. 2003. Prinsip-prinsip manajemen, Terjemehan oleh J. Smith, D.F.M. jakarta, Bumi Aksara.

The Liang Gie, 1988, Administrasi Perkantoran Modern, Nur Cahaya, Yogyakarta.

Winardi,1990. Kepemimpinan Dalam Manajemen. Jakarta, Rineka Cipta.

Zainuddin, Buohard, 1978. Manajemen dan Motivasi, Balai Akasara, Jakarta.
Poskan Komentar

PROPOSAL JUDUL