Minggu, 28 April 2013

Proposal Judul : Pelaksanaan Sistem Pengelolaan Data dan Pelaporan Administrasi Sekolah

BAB  I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Eksistensi di lapangan membuktikan semakin besarnya harapan yang digantungkan warga masyarakat terhadap dunia Pendidikan untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki kecerdasan dan moralitas yang optimal, karena masyarakat menyadari bahwa hanya dengan sumber daya manusia yang handal memungkinkan Bangsa dan Negara menunjukkan jati diri, kemampuan, harkat, dan martabat ditengah gejolak dan pengaruh globalisasi yang semakin hari semakin kompleks dan semakin ketat.
Berbagai usaha yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan demi meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan, sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 ini terbukti dari penyediaan fasilitas, sarana, dan prasarana yang dibutuhkan oleh lembaga-lembaga pendidikan termasuk penyediaan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik, pengelolaan sistem administrasi sekolah atau jenjang pendidikan. Lembaga penanganan suatu jenjang pendidikan seperti TK dan SD adalah lembaga Unit Pelaksanan Teknis Dinas yang berada di Kecamatan bertugas mengakomudir secara administrasi sistem pelaporan dan pertanggungjawaban proses pembelajaran diwilayah Kecamatan untuk diteruskan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten. Pemerintah menyadari sepenuhnya bahwa pelaksanaan sistem administrasi Sekolah merupakan satu bagian dan tidak terpisahkan dimana itu merupakan informasi yang didapatkan dari unsur dan memperlancar usaha-usaha yang lebih efektif dan efesien yang berkaitan dengan pencatatan data (recording sistem) dan pelaporan (reporting sistem). Pegawai UPTD Pendidikan Kecamatan Tempe selaku tenaga non edukatif dalam pengelolaan sistem pelaporan administrasi sekolah telah ditemukan kelemahan-kelemahan dan diperlukan perbaikan mendasar baik soal waktu, kualitas laporan, materi laporan dan penyusunan serta penataan secara administrasi.
Secara logika sederhana, aktivitas pegawai UPTD Pendidikan adalah memberikan pelayanan kepada tenaga guru dan sekolah terkait dengan pembinaan, pengarahan, dan pengembangan profesinya dan ditambah lagi dengan aktifitas yang berkaitan dengan pengurusan kenaikan pangkat / berkala masing-masing tenaga edukatif. Hal ditemukan tidak tertata dan dikelola dengan baik sehingga data dan pelaporan mengalami kebuntuan dan sering terlambat, dapat mengakibatkan munculnya gangguan pada diri masing-masing pegawai manakala sistem administrasian pengelolaan data dan laporan dibutuhkan penanganan yang lebih baik.
Atas dasar itulah sehingga Penulis melalui kesempatan ini, mencoba menelusuri pelaksanaan sistem administrasi sekolah dari sisi pelayanan pegawai mengatur dan menata serta yang berkewenangan khususnya lingkup UPTD Pendidikan Kecamatan Tempe , sehingga diangkat suatu penelitian sederhana dengan judul “ Pelaksanaan Sistem Pengelolaan Data dan Pelaporan Administrasi Sekolah  pada Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo”
B.    Rumusan Masalah
Mencermati sifat dan luas cakupan masalah yang dikemukakan pada bagian latar belakang, dipandang perlu untuk dibatasi dan lebih dikonkritkan, sehingga dirumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut:
1.     Bagaimana pelaksanaan sistem pengelolaan data dan laporan administrasi sekolah pada  Kantor Unit Pelaksnana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo ?
2.     Hambatan apa yang dihadapi dan upaya pemecahannya dalam pelaksanaan sistem pengelolaan data dan laporan administrasi  sekolah pada Unit Pelaksana Teknis  Dinas Pendidikan Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo ?


C.    Tujuan Penelitian
Tujuan yang diharapkan tercapai dari penelitian ini, antara lain:
1.     Untuk mengetahui dan menganalisis  pelaksanaan sistem pengelolaan data dan laporan administrasi sekolah UPTD Pendidikan Kecamatan Tempe terhadap penyelesaian administrasi sekolah yang ada pada Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar.
2.     Untuk mengetahui dan menganalisis hambatan dan upaya pemecahannya yang dihadapi dalam Pelaksanaan sistem pengelolaan data dan laporan administrasi sekolah pada UPTD Pendidikan Kecamatan Tempe.
D.    Manfaat Hasil Penelitian
Terselenggaranya penelitian tentang pelaksanaan sistem administrasi sekolah ini, sesungguhnya dapat memberikan berbagai manfaat antara lain :
1.     Menjadi informasi kepada aparat yang bertugas dan kewenangan dalam pemberian pelayanan penyelesaian data dan laporan   lingkup UPTD Pendidikan Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, untuk dijadikan bahan evaluasi atas apa yang telah dilakukan.
2.     Menjadi bahan masukan atau informasi kepada pihak yang berkewenangan menentukan kebijakan, terkait pelayanan penyelesaian sistem pengelolaan data dan laporan administrasi sekolah lingkup UPTD Pendidikan Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, agar dijadikan bahan perbandingan atau kajian dalam menentukan arah kebijakan selanjutnya agar pelayanan institusi dapat lebih disempurnakan pada masa datang, khususnya terhadap hal-hal yang dipandang masih kurang atau lemah.

BAB  II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1.   Pengertian Sistem
Istilah sistem berasal dari bahasa yunani sistema dengan pengertian sebagai berilut :
a. Suatu keseluruhan yang tersusun dari sekian banyak bagian (whole compounded of several parts...shrode dan voich,1974:115 dalam Amirin:1989:1)
b. Hubungan yang berlangsung dalam satuan-satuan atau komponen secara teratur (an organized,functionship among units or components. Award.1974:4 dalam Amirin :1989:1)
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa ”sistem” mengandung arti himpunan dari bagian-bagian atau komponen yang saling berinteraksi secara teratur dan bersifat keseluruhan.
Istilah sistem selain mempunyai defenisi atau rumusan tertentu, juga mempunyai dua konotasi yaitu;
1. Sebagai metoda, model prosedur untuk mencapai satu tujuan.
2. Sebagai suatu ketentuan / keutuhan (antity)...Sedarmayanti : 2009
Berikut ini dikemukakan penjelasan kedua konotasi tersebut diatas :

a. Sistem sebagai suatu metoda.
Berbagai pemakaian istilah sistem yang mengilustrasikan konotasi metodologinya seperti ungkapan-ungkapan berikut :
1). Kita membutuhkan suatu sistem pengawasan yang efektif.
2). Saya mempunyai suatu sistem untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang efektif.
Tiap penggunaan istilah sistem yang berbeda itu mengandung konotasi yang berbeda pula sehingga, nampak sesuatu dengan jelas bahwa ungkapan-ungkapan itu lebih prosedur orientid atau lebih perspektif dari deskriptif.
Sistem sebagai suatu metode yang mempunyai makna metodologis yang seringkali dijumpai. Misalnya yang kita butuhkan dalam memperbaiki kondisi ekonomi nasional adalah sistem pemerintahan yang hingga saat ini masih dinyatakan menyimpan misteri.
b. Sistem sebagai suatu kesatuan (antity)
Sistem biasanya diartikan sebagai suatu himpunan dari pada bagian-bagian yang berinteraksi membentuk suatu keseluruhan yang kompleks namun merupakan suatu kesatuan.
Berbicara tentang sistematisasi sistem atau sistem pada dasarnya membicarakan pendekatan sistem atau sistem aproach maksud penerapan teori umum sistem pendekatan sistem membantu kita mencapai suatu efek sigernitis, dimana tindakan berbagai bagian yang berbeda dari pada sistem itu yang dipersatukan untuk menghasilkan efek yang lebih besar dibanding dengan jumlah dari bagian yang beraneka ragam itu. (Winardi 1981 & 1980). Pendekatan sistem perlu kita pergunakan untuk menemukan sifat penting.
Dapat pula dipahami bahwa sistem juga bisa disebut sebagai suatu wujud (entistas), suatu sistem seringkali dianggap sebagai suatu himpunan bagian yang saling berhubungan sehingga merupakan satu kesatuan. Contoh wujud adalah lembaga pemerintah yang berkewajiban memberi pelayanan yang berkualitas (pelayanan prima) kepada pelanggannya.
Kualitas pelayanan aparatur pemerintah kepada masyarakat tidak mungkin terlaksana dengan baik apabila tidak dilakukan secara bersama-sama. Artinya aparatur pemerintah secara keseluruhan menjadikan keputusan pelanggan sampai tujuan utama. Dengan demikian orang/lembaga yang dilayani merasa diuntungkan. Atau dengan kata lain bahwa yang dilayani tersebut merasakan suatu nilai tambah dengan wujud pelayanan yang diberikan.
Uraian di atas menunjukkan bahwa sistem itu dapat dipergunakan untuk menunjuk (prosedur) karena itu, ia bersifat preskriptif dan bukan deskriptif. Selain itu sistem dalam arti wujud juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu kejadian. Misalnya untuk menjelaskan berbagai peristiwa nasional.
Suatu sistem adalah suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks dan terorganisir, suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh ( dikemukakan Johnson, Kast, dan Rosenzweig seperti dikutip oleh Amirin, 1989)..(Sedarmayanti 2009) 
2.   Pengertian Manajemen
Berbicara mengenai manajemen dapat dilihat dari asal kata to manage yang berarti mengatur. Dalam hal mengatur timbul masalah, problem, proses dan pertanyaan tentang apa yang diatur, siapa yang mengatur, mengapa harus diatur dan apa tujuan pengaturan tersebut. Manajemen juga menganalisa , menetapkan tujuan atau sasaran serta mendeterminasi tugas-tugas dan kewajiban-kewajiban baik secara efektif dan efesien.
Tentang pengertian manajemen, sebagaimana yang diungkapkan oleh beberapa ahli, dan setiap orang yang mendalaminya perlu memilih defenisi siapa yang hendak dipergunakan sebagai kerangka konseptual. Untuk lebih memperjelas arti pada manajemen dibawa ini akan dikutip pengertian yang diungkapkan oleh beberapa ahli dibidang manajemen dengan saling berbeda satu sama lain dengan cara pandang berbeda pula.
Menurut The Liang Gie (1992 : 78) mengatakan bahwa:
“Management adalah seni dalam ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan human dan natural resources untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu”
Selanjutnya, menurut Jhon f.Mee (dikutip The Liang Gie 1992 : 85)memberikan pengertian manajemen sebagai berikut :
“Manajemen adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal demikian pula mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal baik bagi pemimpin maupun para pekerja serta memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada masyarakat”.
Kemudian oleh Sondang SP.Siagian (1983 : 97) yaitu mendefenisikan manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
Dari tiga defenisi yang penulis kemukakan diatas masing-masing memiliki kesamaan dan perbedaan cara pandang namun dapatlah disimpulkan bahwa Manajemen merupakan suatu kegiatan, keahlian, seni dan membutuhkan keahlian untuk penerapannya dan juga sebagai ilmu yang sifatnya teoritis dan dapat dipelajari oleh setiap orang. Inilah merupakan penjelasan singkat tentang manajemen sebagai konsep pengelolaan kearsipan dalam rangka peningkatan produktivitas kerja pegawai / karyawan dimana didalamnya terdapat orang-orang yang saling bekerja sama dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
 3. Pengertian Administrasi
Pengertian Administrasi yang berkembang di Indonesia dapat dibagi ke dalam dua pengertian yaitu :
a. Dalam arti sempit, berasal dari terjemahan Administrasi istilah dalam bahasa Belanda yang mempunyai arti dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut :
Setiap penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk  memperoleh suatu iktisar mengenai keterangan-keterangan itu dalam keseluruhannya dalam hubungan satu sama lain”. (bahasa, 2001:11)

Dengan batasan administrasi dalam arti sempit meliputi kegiatan-kegiatan pencatatan, pengiriman dan reproduksi surat-surat dokumen kantor / instansi lain disebut pekerjaan ketatausahaan.
Administrasi dalam arti sempit merupakan penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis dengan maksud untuk menyediakan keterangan serta memudahkan memperolehnya kembali secara keseluruhan dan dalam hubungannya satu sama lain. Data dan informasi yang dimaksud berhubungan dengan aktivitas organisasi, baik untuk kepentingan interen maupun eksteren. Administrasi dalam arti sempit lebih tepat disebut tata usaha (clerical work,office work). Berikut ini dalam memperkaya pengertian administrasi dalam arti sempit atau tatausaha.
Tatausaha pada hakekatnya merupakan pekerjaan pengendalian (the handling) informasi (Prajudi Atmosudirjo,1980). Kegiatan administrasi meliputi pekerjaan tatausaha yang bersifat mencatat segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi untuk menjadi bahan keterangan bagi pimpinan (J.Wajong,1962).
Administrasi berarti tata usaha yang mencakup setiap pengaturan yang rapi dan sistematis serta penentuan fakta-fakta secara tertulis dengan tujuan memperoleh pandangan yang menyeluruh serta hubungan timbal balik antara satu fakta dengan fakta lainnya (Ali Mufis yang mengutif pendapat Munawardi Reksohadiprawito,1984). (dalam buku Harbani Pasolong : 2007)
Oleh karena kegiatan tata usaha merupakan pengelolaan data dan informasi yang keluar dari dan masuk keorganisasi, maka keseluruhan rangkaian kegiatan-kegiatan tersebut terdiri atas penerimaan, pencatatan, pengklasifikasian, pengelolaan, penyimpanan, pengetikan , penggandaan, pengiriman informasi dan data secara tertulis yang diperlukan oleh organisasi. Adapun tempat penyelenggaraan kegiatan-kegiatan ketatausahaan berlangsung disebut kantor, yaitu suatu unit kerja yang terdiri atas ruangan personil, peralatan dan operasi pengolahan informasi.
b. Dalam arti luas, antara lain di rumuskan oleh S. P. Siagian yang mengatakan bahwa administrasi adalah :
Keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih di dasarkan atas dasar rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya”. (S. P. Siagian, 1982:12).

Dapat diungkapkan disini bahwa pengertian administrasi dalam arti luas, dapat dijelaskan bahwa dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi atau ketergantungan masyarakat yang mau tidak mau harus berhubungan dengan urusan-urusan kantor dewasa ini, maka istilah administrasi sudah populer dikenal atau memasyarakat meskipun yang dipahami atas hakikatnya terbatas dalam arti sempit yaitu tatausaha. Hakikat dalam arti administrasi sesungguhnya seperti yang dikembangkan oleh para pelopor teori administrasi, seperti Hanry fayol, maupun yang dikembangkan di dunia pendidikan tinggi dewasa ini, seperti yang ditelaah dalam fakultas ilmu administrasi.
Sesunguhnya istilah administrasi berhubungan dengan kegiatan kerja sama yang dilakukan manusia atau sekelompok orang sehingga tercapai tujuan yang diinginkan. Sudah menjadi kodrat bagi kehidupan manusia untuk saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik yang bersifat materil (kebutuhan fisiologis) maupun non materil (kebutuhan biologis dan psikologis). Akan tetapi disamping kebutuhan-kebutuhan tersebut terbatas dan sulit diperoleh, serta tiap individu tidak berdaya untuk memperoleh atau mewujudkannya secara sendiri-sendiri oleh keterbatasan waktu dan kemampuan yang dimiliki, maka pada akhirnya manusia individu melakukan kerja sama dengan individu lainnya yang memiliki kebutuhan dan tujuan yang sama. Kerja sama adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang bersama-sama, teratur dan terarah berdasarkan pembagian tugas sesuai dengan kesepakatan bersama. Kegiatan kelompok orang berdasarkan kerja sama sesungguhnya merupakan gejala yang bersifat universal yang telah berlangsung dan berkesinambungan.
Dengan demikian hampir semua aktivitas kehidupan manusia apalagi jika aktivitas kehidupan tersebut memerlukan bantuan orang lain, selalu dijumpai sekelompok orang-orang yang melakukan kerja sama yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Herbert A.Simon mengatakan, bahwa apabila dua orang yang bekerja sama untuk menggulingkan atau memindahkan sebuah batu yang tidak dapat digulingkan hanya oleh satu orang  diantara mereka, maka dalam kegiatan tersebut terdapat proses administrasi.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu disebut administrasi (The Liang Gie,1980). Bahwa pada dasarnya administrasi adalah aktivitas-aktivitas golongan yang bersifat kooperatif (Dimoc & Dimoc, 1968). Adapun ilmu yang mempelajari fenomena kerja sama yang bersifat kooperatif dan terorganisasi untuk mencapai tujuan bersifat kooperatif terorganisasi menjadi pusat kajian dari ilmu administrasi.
Dalam menyamakan persepsi dan interpretasi tentang apa sesungguhnya yang dimaksud “administrasi”  penulis akan mengutip beberapa pendapat pakar administrasi,  sebagai berikut :
a. Herber A.Simon (1983) mendefenisikan “Administrasi” sebagai kegiatan-kegiatan kelompok kerjasama untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.
b. Leonard D. White dalam Inu Kencana Syafiie dkk (1999) mendefenisikan “Administrasi” adalah suatu proses yang umum ada pada usaha kelompok-kelompok, baik pemerintah maupun swasta, baik sipil maupun militer, baik dalam ukuran besar maupun kecil.
c. Dwight Waldo (1971) mendefenisikan “Administrasi” adalah suatu daya upaya yang kooperatif, yang mempunyai tingkat rasionalitas yang tinggi.
d. Dimock & Dimoc (1992:20) mendefenisikan “Administrasi” adalah suatu ilmu yang mempelajari apa yang dikehendaki rakyat melalui pemerintah, dan cara mereka memperolehnya. Administrasi juga mementingkan aspek-aspek konkrit dari metode-metode dan prosedur-prosedur manajemen.
e. S.P.Siagian (2004:2), mendefenisikan “Administrasi” adalah sebagai keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
f. The Lieang Gie (1983:9) mendefenisikan “Administrasi” adalah rangkaian kegiatan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok orang didalam kerjasama mencapai tujuan tertentu.
Dari beberapa defenis tersebut di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa defenis administrasi adalah pekerjaan terencana yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan atas dasar efektif, efesien dan rasional. Dari defenisi tersebut dapat dipahami bahwa administrasi mempunyai dua dimensi yakni dimensi karakteristik dan dimensi unsure-unsur yang melekat pada administrasi.
Lebih lanjut untuk memahami defenisi administrasi dalam arti luas, akan dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut :
a. Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerja sama mencapai tujuan tertentu (The Liang Gie,1980) (dikutip dalam buku “studi ilmu administrasi”Ulbert Silalahi :1989:9)
b. Administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang terlibat dalam suatu bentuk usaha kerja sama demi tercapainya tujuan yang ditentukan sebelumnya (Sondang P.siagian,1980) (dikutip dalam buku “studi ilmu administrasi” Ulbert Silalahi:1989:9)
c. Administrasi (lat administrare), meliputi segala proses pelaksanaan tindakan kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan (Ensiklopedi Indonesia,1980), (dikutip dalam buku ”studi ilmu administrasi” Ulbert Silalahi:1989:9)
d. Administrasi adalah keseluruhan proses dari aktivitas-aktivitas pencapaian tujuan secara efesien dengan dan melalui orang lain.
(Administration is the universal process of efficienty getting activites completed with and through other people (Stephen P.Robbins,1983), (dikutip dalam buku “ studi ilmu administrasi” Ulbert Silalahi,1989:9)
e. Administrasi adalah suatu daya upaya manusia yang kooperatif, yang mempunyai tingkat rasionalitas tinggi (Dwight Waldo,1971), (dikutip dalam buku “ studi ilmu administrasi” Ulbert Silalahi:1989:9)
            Berdasarkan uraian-uraian defenisi yang dikemukakan di atas, dapat dikemukakan rincian pokok sebagai administrasi adalah sebagai berikut :
1. Sekelompok orang; artinya kegiatan administrasi hanya mungkin terjadi jika dilakukan oleh lebih dari satu orang.
2. Kerja sama; artinya kegiatan administrasi hanya mungkin terjadi jika dua orang atau lebih bekerja sama.
3. Pembagian tugas; artinya kegiatan administrasi bukan sekedar kegiatan kerja sama, melainkan kerja sama tersebut harus didasarkan pada pembagian kerja yang jelas.
4. Kegiatan yang runtut dalam suatu proses; artinya kegiatan administrasi berlangsung dalam tahapan-tahapan tertentu secara berkesinambungan.
5. Tujuan; artinya sesuatu yang diinginkan untuk dicapai melalui kegiatan kerja sama.
            Dengan demikian dapat dirumuskan suatu batasan tentang administrasi yaitu kegiatan kerja sama yang dilakukan sekelompok orang berdasarkan pembagian kerja sebagaimana ditentukan dalam struktur dengan mendayagunakan sumberdaya-sumberdaya untuk mencapai tujuan secara efesien dan efektif.
4.   Ruang lingkup Administrasi Sekolah
Dalam memahami ruanglingkup administrasi sekolah yang menjadi tanggung jawab institusi suatu jenjang pendidikan khususnya satuan pendidikan Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak, adalah suatu tugas yang diamanatkan dan untuk dipertanggungjawabkan secara administrasi oleh lembaga pendidikan semisal UPT Dinas Pendidikan Kecamatan sebagai atasan langsung, maka hal yang sangat penting diperhatikan adalah penyelesaian administrasi berupa data dan laporan, baik secara teknis dan dilaporkan secara berkala.
a. Laporan Bulanan.
Bentuk data dan laporan diberikan kepada UPTD pendidikan Kecamatan akan diolah dan disusun untuk menjadi laporan secara umum jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak ke pihak Dinas Pendidikan Kabupaten secara teknis dan laporan kepegawaian kepada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten secara berkala (Pedoman Administrasi Umum Sekolah Dasar , Keputusan bersama Dirjen Dikdasmen dan Dirjen Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah No.15a/C/Kep/TU/97 dan No. 422-208 tanggal 3 Maret 1997). Bentuk-bentuk administrasi yang dimaksud antara lain :
1) Administrasi program pembelajaran; hal ini dimaksud adalah adanya 17 format administrasi mulai jadwal pelajaran sampai format daftar penyerahan Rapor siswa, diramu sedemikian rupa dan dijadikan sebuah data kedalam satu format, sebagai laporan ke UPTD pendidikan kecamatan secara berkala.
2) Administrasi Kesiswaan: dimaksudkan adalah laporan keadaan siswa awal tahun pelajaran, selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran, juga diramu kedalam satu format dan dilaorkan setiap bulan ke pihak UPTD Pendidikan Kecamatan sebagai laporan.
3) Administrasi kepegawain: sebagai kelengkapan tatalaksana kepegawaian disediakan format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu sesuai dengan prinsip tatalaksana kepegawaian sekolah dasar secara menyeluruh, untuk itu telah diusahakan data dalam bentuk pelayanan hak-hak pegawai/guru yang bertugas di sekolah tertentu, pindah tempat, sampai yang bersangkutan berhenti menjadi pegawai/guru (pensiun). Hal inilah yang dilaporkan secara berkala kepihak UPTD Pendidikan Kecamatan dan diolah dan ditata untuk menjadi bahan laporan kepihak Dinas Pendidikan Kabupaten dan Badan Kepegawai Diklat Daerah.
4). Administrasi Keuangan; hal ini dimaksudkan bahwa segala bentuk penerimaan keuangan baik langsung maupun tidak langsung dengan penggunaan dan penerimaan diolah dan digunakan serta dipertanggungjawabkan ke pihak pemberi dana dan dilaporkan secara berkala kepihak UPTD Pendidikan Kecamatan dan diolah data tersebut kedalam suatu format untuk direkap menjadi laporan kepihak Dinas Pendidikan Kabupaten.
5). Administrasi Perlengkapan/Barang; hal ini dimaksudkan bahwa segala bentuk barang baik yang berbentuk inventaris dari beberapa sumber yang menjadi kekayaan sekolah data dan diolah serta dilaporkan secara berkala kepihak UPTD Pendidikan Kecamatan untuk diinventaris serta dijadikan laporan dalam rangka perbaikan dan pengadaan perlengkapan sekolah kepihak Dinas Pendidikan Kabupaten.
b. Laporan Dana Bos dan Dana Bantuan Lainnya  
Bentuk data dan laporan diberikan kepada UPTD Pendidikan Kecamatan akan diolah dan disusun untuk menjadi laporan secara umum jenjang Pendidikan Sekolah Dasar ke pihak Dinas Pendidikan Kabupaten secara teknis terkait dengan Dana Bos dan dana lainyan yang sumbernya dikelola oleh Dinas Pendidikan Kabupaten akan di laporkan pada Tim Manajer pengelola Bos Kabupaten dan Dana lainnya pada bagian yang menangani sesuai dengan peruntukan bidannya secara berkala (Permen Diknas No.51 Tahun 2011 tentang petunjuk teknis BOS). Bentuk-bentuk administrasi yang dimaksud antara lain :
1) Profil Sekolah, Dalam profil ini yang sering disebut dengan formulir sekolah yang dilaporakan untuk diolah adalah;             (a) Identitas sekolah, (b) Ruangan belajar, (c) Robongan belajar, (d) Sarana dan prasarana, (e) Bantuan / blocgrand subsidi dan beasiswa, kesemuanya ini dilaporkan secara berkala ke UPT Dinas Pendidikan Kecamatan untuk diolah kedalam satu format dan di verifikasi secara vaktual untuk diteruskan pelaporannya pada Tim manajer Bos Kabupaten.
2) Profil Tenaga Pendidik, Dalam profil ini yang sering disebut dengan formulir tenaga pendidik (F-PTK) yang dilaporakan untuk diolah adalah; (a) Identitas sekolah, (b) identitas pendidik dan tenaga kependidikan, (c) Mengajar disekolah ini, (d) Riwayat pendidikan formal, (e) Riwayat pendidikan non formal, (f) Riwayat pekerjaan (non guru), (g) Keluarga, (h) Karya tulis, (i) Pengembangan profesi, (j) Penghargaan, (k) Kesejahteraan dan perlindungan, (l) Beasiswa, (m) Penulisan buku, (n) Whorshop/seminar/lokakarya, (o) Studi banding, (p) Diklat, (q) Tes bahasa/uji sertifikasi keahlian, (r) Informasi tunjangan, (s) Catatan lainnya. Kesemuanya ini dilaporkan secara berkala ke UPT Dinas Pendidikan Kecamatan untuk diolah kedalam satu format dan di verifikasi secara vaktual untuk diteruskan pelaporannya pada Tim manajer Bos Kabupaten.
3) Format K.1 dan K.2, merupakan suatu bentuk administrasi yang ditetapkan oleh sekolah dengan menetapkan Rencana Anggaran Belanja Satuan Pendidikan (RAPBS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), dibuat dan disusun berdasarkan format yang telah disediakan, untuk dilaporkan dan diolah serta diverifikasi oleh pihat UPT Pendidikan Kecamatan serta dilaporkan ke Tim Manajer Bos Kabupaten.
4) Format Format K.3 dan K.4, merupakan suatu bentuk administrasi yang ditetapkan oleh sekolah dengan suatu bentuk administrasi keuangan adalah Kas Umum dan Buku Kas Pembantu yang di dalamnya ada uraian penerimaan dan pengeluaran  dibuat dan disusun berdasarkan format yang telah disediakan, untuk dilaporkan dan diolah serta diverifikasi oleh pihat UPTD Pendidikan Kecamatan serta dilaporkan ke Tim Manajer Bos Kabupaten.
5) Format Bos K.5 dan K.6, merupakan suatu bentuk administrasi yang ditetapkan oleh sekolah dengan suatu bentuk administrasi keuangan adalah Buku pembantu Bank dan Buku pembantu pajak yang di dalamnya ada uraian penerimaan dan pengeluaran  serta pengenaan pajak PPh dan PPn, dibuat dan disusun berdasarkan format yang telah disediakan, untuk dilaporkan dan diolah serta diverifikasi oleh pihat UPTD Pendidikan Kecamatan serta dilaporkan ke Tim Manajer Bos Kabupaten.
6)  Format Bos K.7, merupakan suatu bentuk administrasi yang ditetapkan oleh sekolah dengan suatu bentuk administrasi realisasi penggunaan keuangan dan pernyataan tanggung jawab oleh kepala sekolah yang di dalamnya ada uraian penerimaan dan pengeluaran/penggunaan anggaran pada satu triwulan serta pernyataan tanggung jawab yang disertai dengan penerimaan dan pengeluaran pada triwulan I s.d IV, dibuat dan disusun berdasarkan format yang telah disediakan, untuk dilaporkan dan diolah serta diverifikasi oleh pihat UPT Pendidikan Kecamatan serta dilaporkan ke Tim Manajer Bos Kabupaten secara berkala.
B. Kerangka Pikir.
Penelitian dalam kegiatan operasional berdasarkan asumsi penelitian pada beberapa pertimbangan sebagai berikut :
1. Pegawai Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo dalam menjalankan aktivitasnya, mengacu pada Renstra Tahun 2009 – 2014 berdasarkan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Wajo, sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2005.
2. Sebagaiman tugas pokok yang diemban oleh pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Tempe terkait dengan pengelolaan administrasi suatu jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak, dibutuhkan penyelesaian sesuai dengan aturan yang berlaku sebagai wujud tanggungjawab dalam hal pengelolaan data dan pelaporan, ini dibuat sistem tata kelola yang baik oleh petugas administrasi.
3. Penyelesaian sistem administrasi sekolah ini dapat dikatakan efektif dan efesien manakala data dan laporan pihas sekolah telah dilaporkan dalam bentuk; Laporan bulanan yang berisi laporan administrasi pembelajaran, kesiswaan, kepegawaian, sarana dan prasarana sekolah petunjuk teknis administrasi sekolah 2010, serta laporan Dana Bos yang memuat beberapa format sesuai dengan Permen Diknas N0.51 Tahun 2011.
4. Wujud kualitas pelaksanaan sistem pengelolaan data dan pelaporan administrasi Sekolah dapat dilihat bila pegawai yang bersangkutan telah memiliki pengetahuan tentang pekerjaan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsinya, kemampuan membuat perencanaan dan jadwal pekerjaannya, pengetahuan tentang standar mutu pekerjaan yang disyaratkan, produktivitas pegawai yang berkaitan dengan hasil pekerjaannya yang dapat diselesaikan dan kemampuan berafiliasi dengan baik dengan sesama pegawai maupun dengan atasan, sehingga menghasilkan mutu pekerjaan dengan baik.
Dari kerangka pikir diatas, maka dapatlah digambarkan dalam bentuk bagan untuk memudahkan pemahaman dalam penelitian dan pembahasan sebagai berikut :


Pelaksanaan Sistem Pengelolaan Data dan Pelaporan Administrasi Sekolah
1.    Laporan Bulanan
a.    Administrasi Program Pembelajaran
b.    Administrasi Kesiswaan
c.    Administrasi Kepegawaian
d.    Administrasi Perlengkapan /  Barang
2.    Laporan Pertanggungjawaban Dana BOS
a.    Penerimaan Format K.1.2
b.    Penerimaan Format K.3.4
c.    Penerimaan Format K.5.6
d.    Penerimaan Format K.7
 



Gambar 1. Alur Kerangka Pikir


BAB  III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasi pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, dengan penelitian lapangan yakni dengan melakukan pengumpulan data penelitian secara langsung pada obyek dengan maksud diperoleh data lapangan yang dijamin kebenaran dan kesahihannya.
2. Waktu Penelitian
Penggunaan waktu yang direncanakan penulis selam 90 hari (3 Bulan) dari Bulan Januari s.d Maret  2012
B.    Jenis Penelitian
Penelitian ini tergolong penelitian Kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif yang akan memberikan gambaran mengenai objek yang diamati atau fokus penelitian.
C. Fokus Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis memfokuskan pada konteks Pelaksanaan Sistem pengelolaan data dan pelaporan Administrasi Sekolah dengan sub fokus :
1.    Laporan Bulanan, terdiri dari :
a.    Administrasi Program Pembelajaran
b.    Administrasi Kesiswaan
c.    Administrasi Kepegawaian
d.    Administrasi Perlengkapan / Barang
2.    Laporan Pertanggungjawaban Dana BOS, terdiri dari :
a.    Penerimaan Format K.1.2
b.    Penerimaan Format K.3.4
c.    Penerimaan Format K.5.6
d.    Penerimaan Format K.7
D. Sumber Data     
Sumber data penulis adalah pegawai UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Tempe yang berjumlah 10 Orang yakni; 1 orang Kepala UPTD, 1 Orang Kepala Tata Usaha, Staf 8 orang, namun hanya 3 orang yang menjadi sumber data dalam penelitian ini,  tidak banyak dan serta dapat dijangkau,  dan memungkinkan peneliti dapat menjalankan penelitiannya dengan sangat mudah.
E. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri dan adapun instrumen pendukung seperti skedul wawancara dan pihak-pihak yang membantu dalam proses penelitian.


F. Teknik Pengumpulan Data
              Untuk pengumpulan data dan informasi dilapangan ditempuh beberapa teknik pengumpulan data sebagai berikut :
1. Observasi
Yaitu melakukan pengamatan langsung di lapangan terutama berkaitan dengan data penelitian yang diperlukan. Yang diobservasi dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem pengelolaan data dan pelaporan administrasi sekolah pada UPTD Pendidikan dalam pelaksanaan sistem Administrasi sekolah dalam memberikan pelayanan administrasi sekolah terkait data dan Laporan Pertanggungjawaban secara administratif
2.  Wawancara
Kegiatan wawancara terhadap informasi, peneliti menggunakan pedoman wawancara dan program observasi. Pedoman wawancara menjadi pemandu dalam perolehan data. Namun wawancara tidaklah terfokus pada pedoman tersebut, tetapi akan dikembangkan sesuai kondisi lapangan pada saat wawancara berlangsung.
Bentuk wawancara yang dilakukan adalah wawancara berstruktur dan wawancara tak berstruktur, wawancara berstruktur dilakukan untuk memperoleh data pokok tentang pelaksanaan sistem pengelolaan data dan pelaporan  administrasi Sekolah dan wawancara tak berstruktur dilakukan secara bebas untuk melengkapi data yang diperoleh dari wawancara berstruktur.
G. Teknik Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan, diolah dan menggunakan penelitian kualitatif serta analisis domain untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh pada objek dengan menerangkan teknik analisis selama dilapangan, dan dilakukan secara interaktif melalui proses data reduksi, data display dan verification ( Miles and Huberman 1984) dikutif Sugiyono 2010 : 294)  
1.    Reduksi data, Data yang didapat di lapangan langsung diketik atau ditulis dengan rapi, terinci serta sistematis setiap selesai mengumpulkan data. Data-data yang terkumpul semakin bertambah biasanya mencapai ratusan bahkan ribuan lembar. Oleh sebab itu laporan itu harus dianalisis sejak dimulainya penelitian. Laporan-laporan itu perlu direduksi, yaitu dengan memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian kita. Kemudian dicari temanya. Data-data yang telah direduksi memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan dan mempermudah peneliti untuk mencarinya jika sewaktu-waktu diperlukan. Reduksi dapat pula membantu dalam memberikan kode-kode pada aspek tertentu.
2.    Display data, data yang semakin bertumpuk-tumpuk itu kurang dapat memberikan gambaran secara menyeluruh. Oleh sebab itu diperlukan display data. Display data ialah menyajikan data dalam bentuk matrik, network, chart, atau grafik, dan sebagainya. Dengan demikian, peneliti dapat menguasai data dan tidak terbenam dengan setumpuk data.
3.    Penarikan kesimpulan dan verifikasi, sejak semula peneliti berusaha mencari makna dari data yang diperolehnya. Untuk maksud itu, ia berusaha mencari pola, model, tema, hubungan, persamaan, hal-hal yang sering muncul, hipotesis, dan sebagainya. Jadi dari data yang didapatnya itu ia mencoba mengambil kesimpulan. Mula-mula kesimpulan itu kabur, tetapi lama-kelamaan semakin jelas karena data yang diperoleh semakin banyak dan mendukung. Verifikasi dapat dilakukan dengan singkat yaitu dengan cara mengumpulkan data baru. Laporan penelitian kualitatif dikatakan ilmiah jika persyaratan validitas, rehabilitas, reliabilitas, dan objektivitasnya sudah terpenuhi. Oleh sebab itu, selama proses analisis hal-hal tersebut selalu mendapat perhatian.
H. Pengujian Keabsahan Data
Dalam rencana pengujian keabsahan data penulis menggunakan uji kredibilitas data dengan perpanjangan pengamatan keikutsertaan, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat. Pengujian Transferability, Dependability dan pengujian konfirmability. (sugiyono 2010 : 368-377) 
Untuk dapat memberikan tingkat keyakinan yang kuat terhadap hasil penelitian ini dalam menjawab rumusan masalah, maka peneliti menggunakan pengujian keabsahan data sebagai berikut:
a. Uji Kridibiltas
1). Perpanjangan pengamatan, adalah penulis pada saat belum mendapatkan data yang jenuh, maka penulis menambah waktu pengamatan dengan kembali turun ke lapangan untuk mendapatkan kembali data yang baru hingga rumusan masalah penelitian benar-benar bisa terjawab.
2). Trianggulasi data dengan menggunakan tiga macam cara yaitu trianggulasi sumber, trianggulasi teknik, triangulasi waktu.
a. Triangulasi sumber adalah dengan cara mengecek data melalui beberapa sumber
b. Triangulasi Teknik adalah di;akukan dengan cara mengecek data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.
c.  Triangulasi waktu adalah data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara dengan pertimbangan waktu yang dianggap menguntungkan yang diwawancara.
3). Diskusi teman sejawat, untuk lebih memberikan kepercayaan terhadap hasil penelitian terutama tingkat kesahihan data, maka peneliti kembali melakukan diskusi dengan teman sejawat yang sekiranya mengerti tentang fokus penelitian. (Siugiyono : 368-377)
b. Pengujian Transferability.
Dalam pengujian transferability bila digunakan dalam konteks dan situasi sosial internal, sehingga dimungkinkan dalam penelitian kualitatif maka penelili dalam membuat laporannya harus memberikan uraian yang rinci, jelas dan sistematis dan dapat dipercaya. Bila pembaca laporan penelitian memperoleh gambaran yang sedemikian jelasnya, “semacam apa” suatu hasil penelitian dapat diberlakukan (transferability), maka laporan tersebut memenuhi standar transferabilitas (sanafiah faisal,1990 dalam buku Soegiyono : 376)
c. Pengujian Dependability
Dalam pengujian dependability penelitian kualitatif dilakukan dengan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Caranya dilakukan auditor yang independeng atau pembimbing untuk bagaimana peneliti mulai menentukan masalah / fokus, memasuki lapangan, menentukan sumber data, analisis data, melakukan uji keabsahan data sampai membuat kesimpulan harus dapat ditunjukkan oleh penelti.
d. Pengujian Konfirmability
Dalam   penelitian   kualitatif,   Pengujian   ini   mirip     dengan                                                                                             
uji dependability, sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan, menguji konfirmability berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari prosese penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar konfirmability
 

BAB IV
PENUTUP
A.Kesimpulan
Berdasarkan uraian-uraian yang telah penulis kemukakan pada bab-bab terdahulu dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.   Pelaksanaan sistem pengelolaan data dan laporan administrasi sekolah pada  Kantor Unit Pelaksnana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo.
a. Dalam Pelaksanaan sistem pengelolaan data dan pelaporan pada Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, sebagai upaya penyelesaian dengan menggunakan sistem atau pola pengaturan dan penyusunan data dan pelaporan telah dilaksanakan dengan memberian pelayanan, eksistensi seorang pimpinan dalam pengelolaan penataan kerja pegawai pada suatu institusi atau lembaga pemerintahan adalah dibutuhkannya tindakan mempengaruhi dan meyakinkan orang-orang yang berusaha bersama dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Hal ini dimaksudkan dari sisi sistem sebagai suatu metoda dan sebagai suatu kesatuan, dapat dinyatakan bahwa telah diselenggarakan dengan dilaksanakan dengan baik, dan ditunjang oleh adanya kemauan dan keasadaran pegawai untuk membangun suatu metoda pengelolaan data dan pelaporan ini dengan membentuk suatu kesatuan yang utuh, sehingga menunjukkan suatu kualitas kerja yang maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo sudah menerapkan sistem sebagai suatu metoda dan sebagai suatu kesatuan.
b. Dalam sistem pengelolaan data dan pelaporan dari sisi Laporan Bulanan dimana ditandai dengan administrasi program pembelajaran, administrasi kesiswaan, administrasi kepegawaian dan administrasi perlengkapan/barang sarana dan prasarana kantor dan sekolah, dapat disimpulkan bahwa keseluruhan pegawai telah menerima dan mencatat dan mengelolah secara administrasi dengan sistem verifikasi dan rekapitulasi untuk ditindak lanjuti ke pihak Dinas Pendidikan Kabupaten. Hal dapat dinyatakan telah terkelolah dengan baik dan dapat pula dinyatakan berjalan dengan baik dan maksimal.
c. Dalam konteks laporan pertanggungjawaban Dana Bos, dimana sistem pengiriman laporan dari sekolah yang telah diterima oleh pegawai UPTD Pendidikan Kecamatan terkait dengan Format K.1 sampai dengan Format K.7, dapat dinyatakan diterima dan dikelola data dan pelaporannya. Keseleruhan pegawai telah berpendapat bahwa pengiriman itu telah berjalan dengan baik, dan kesulitan yang dialami oleh pihak pegawai adalah adanya data yang tidak akurat atau tidak sesuai dengan petunjuk, telah dikembalikkan untuk diperbaiki sehingga pihak UPTD mengalami kesulitan dan keterlambatan untuk memasukkan data dan pelaporan ke pihak Dinas Pendidikan Kabupaten, dalam hal ini pada Tim Manajer Bos kabupaten.
2.   Hambatan dan upaya pemecahannya.          
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti diperoleh beberapa hambatan yang oleh pegawai terkait dengan pengelolaan data dan pelaporan adminsitrasi dilapangan, yang dipandang perlu mendapatkan perhatian dari segenap pimpinan dan pegawai antara lain:
a. Pemahaman dan Pengetahuan pegawai dalam pengelolaan data dan pelaporan administrasi sekolah.  
Lemahnya pengetahuan dan pemahaman sebahagian pegawai yang menyangkut sistem manajemen kerja dalam penyelesaian pekerjaan secara administrasi yang cepat terkait dengan teknis yuridis formal dan operasional materi pekerjaan, juga mengenai keterampilan menyusun pola kerja yang memungkinkan efesien dan efektif, sehingga banyak diantara pegawai kurang memiliki kompetensi dan perhatian, persiapan atau program kerja, kesiapan dan kelengkapan perangkat administrasi.
b. Pelaksanaan sistem pengelolaan data dan pelaporan kurang seiring dengan kualitas kerja pegawai  masih lemah
Dalam rangka pelaksanaan sistem pengelolaan data dan pelaporan dan penataan kerja dalam organisasi diharapkan memberikan dukungan dalam meningkatkan kualitas kerja pegawai, hal ini ditemukan karena kurangnya semangat kerja pegawai yang merupakan suatu alat motivasi yang dapat merangsang dedikasi kerja seorang pegawai. Oleh sebab itu dari berbagai upaya yang dilakukan dalam rangka memenuhi hal tersebut, masih ditemukan kelemahan-kelemahan dalam pemberian motivasi dan dukungan sarana pengelolan data dan pelaporan administrasi seperti halnya dalam pemberian hak-hak pegawai secara keseluruhan baik yang bekerja pada bidang operasional dilapangan, maupun pemberian hak itu dengan tenaga administratif. Hal ini sangat dirasakan dan dikeluhkan keseluruhan pegawai setelah penulis melakukan wawancara terhadap pegawai.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, berbagai upaya yang telah dilakukan yaitu:
a. Pengembangan pegawai.
            Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman seorang pegawai dalam rangka pelaksanaan sistem pengelolaan data dan pelaporan serta penataan kerja pegawai, diperlukan suatu langkah yang amat penting dan suatu pemberian bimbingan dan arahan yang dapat berdampak pada organisasi adalah diberikannya kesempatan pegawai untuk mengembangkan diri lewat pendidikan formal atau pemberian bimbingan teknik operasional sesuai dengan bidang kegiatan yang bersangkutan.
b. Pengelolaan data dan pelaporan dalam meningkatkan kualitas kerja pegawai.
Untuk memenuhi harapan pegawai UPTD Pendidikan Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, terkait dengan beban kerja yang begitu rumit, dimana penyelesaian administrasi bebannya terus bertambah dan sering berubah khususnya secara teknis, dimana pekerjaan administrasi dilakukan didasarkan atas tupoksi, telah memberikan suatu dampak kerja yang membutuhkan prosedur dan sistem kerja yang berat dirasakan oleh pegawai, mengenai pemenuhan hak dan kewajiban pegawai tentunya pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Tempe, intens dan secara berkesinambungan telah memberikan yang menjadi haknya, seperti pemberian cuti, insentif, honor, pengadaan komputer dan kelengkapan administrasi  dan lainnya, tentunya yang dikeluhkan pihak pegawai telah terus diantisipasi dan menyesuaikan dengan kemampuan organisasi untuk memenuhi yang dimaksud. Dalam usaha memenuhi secara keseluruhan hak tersebut tentunya di iringi dengan hasil kerja yang berkualitas. 
B.Saran-saran
1.      Pimpinan dalam mewujudkan pelaksanaan sistem pengelolaan data dan pelaporan administrasis sekolah, kiranya mempertimbangkan kondisi lingkungan kerja, dan karakteristik manusia yang menjadi pegawai. Olehnya itu penerapan sistem dan tata kerja  dimaksudkan disini adalah pola kerja yang dapat membantu khirarki pekerjaan sehingga tidak tumpangtindih, serta pegawai dapat memahami dengan jelas pekerjaannya yang akan diselesaikan secara cepat dan tepat waktu.
2.  Pegawai pada suatu lembaga pemerintahan diharapkan bekerja didasarkan atas pendelegasian kewenagan berdasarkan tugas pokok dan fungsinya, dengan mengedepankan kualitas pekerjaan, tanpa meninggalkan etika organisasi dan nilai-nilai kearifan lokal.
3.      Unsur Pimpinan hendaknya dapat melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap penyelenggaraan pekerjaan baik secara administrasi maupun operasional dilapangan dan kebutuhan-kebutuhan pegawai yang diperlukan terkait dengan beban pekerjaan dan pengurusan administrasinya
4.      Pimpinan dalam hal ini Kepala Unit Pelaksana Teknik Dinas Pendidikan Kecamatan tempe Kabupaten Wajo, hendaknya memperhatikan kesejahteraan, kepastian karir pegawai  sebagai motivasi akan pelaksanaan pekerjaannya berupa pemberian promosi, insentif atau bonus yang layak berdasarkan ketentuan dan kemampuan organisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Burahan Bungin, “ Penelitian Kualitatif ”(komunikasi,ekonomi,kebijakan publik dan ilmu sosial lainnya) 2010 edisi IV.kencana Jakarta
Darwin, Muhadjir, Analisa kebijakan public.1995 Yogyakarta : Hanindita Graha Widya.
Farid Ali, “Teori dan Konsep Administrasi” 2011,PT.RajaGrafindi persada .Jakarta
Harbani Pasolong “Teori Administrasi Publik “2007.Alfabeta. Bandung
Handoko T.Hani. Manajemen (Edisi 2).2001.Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.
Lijian Poltak Sinambella dkk.2006 “Reformasi pelayanan Publikteori kebijakan dan implmentasi, Bumi aksara.Jakarta
Meonir, A.S. Pendekatan Manusia dan Organisasi Terhadap Pembinaan Kepegawaian.1983. Jakarta : Gunung Agung.
Sardiman A.M,  Interaksi dan Motivasi belajar mengajar” 1987.Rajawali Pers.Jakarta
Sedarmayanti, “Tata Kerja dan Produktivitas Kerja:,2009.Mandar Maju Bandung
Sampara Lukman. “Manajemen Kualitas Pelayanan”. 2004.edisi IV Jakarta STIA LAN Republik Indonesia.
Sondang P.Siagian, Teori Motivasi dan Aplikasinya. 1989 Jakarta : Bina Aksara
Sugiono, Metode Penelitian Administrasi. 1997. Bandung : Alfa Beta
Terry G.R dan Rue,L.W. Dasar-dasar Manajemen. Terjemahan oleh Ticoalu G.A. 2003a.Jakarta : Bumi Aksara
Thoha, Mifta.Dimensi-dimensi Prima Ilmu Administrasi Negara. (cetakan kedelapan ).2003a Jakarta : Raja Grafindo Persada
Thoha, Mifta. Prilaku organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya.2003b. Jakarta : Raja Grafindo Persada
The Liang Gie. 1992 “ Administrasi Perkantoran Moderen” Yogyakarta, Libreti
Ulbert silalai,2009. Studi tentang ilmu administrasi,Konsep teori dan Dimensi Sinar baru Algensindo Bandung
………………. Pedoman Administrasi Umum Sekolah Dasar, Keputusan bersama Dirjen Dikdasmen dan Dirjen pemerintahan Umum dan otonomi Daerah nomor:15a/C/Kep/TU/97 dan Nomor:422-208 tanggal 3 Maret 1997
………………..Permen Diknas N0. 51 Tahun 2011 tentang petunjuk teknis  BOS ( Biaya Operasional Sekolah)
Posting Komentar